Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I menjadi salah satu pelatihan struktural kepemimpinan tertinggi khusus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Umumnya, pelatihan ini diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), ditujukan bagi para pejabat yang akan atau yang sudah menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya. Lantas apa perbedaan latihan tingkat 1 dan 2? Mari sama-sama simak penjelasan selanjutnya.
Perbedaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat 1 dan 2
Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat 1 dan Tingkat 2, memang sama-sama mempunyai peranan penting bagi aparatur negara (ASN). Keduanya merupakan program pengembangan kompetensi struktural tertinggi, khusus pejabat pimpinan tinggi di Indonesia. Meski sama-sama penting, nyatanya kedua pelatihan ini punya perbedaan. Lantas, apa yang menjadikan tingkat 1 dan 2 berbeda? Berikut penjelasannya.
- Jabatan & Sasaran Peserta
- Tingkat I: Dikhususkan untuk pejabat eselon I atau Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Madya, baik Direktur Jenderal kementerian, maupun Sekretaris Daerah Provinsi.
- Tingkat II: Diperuntukkan pejabat eselon II atau Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama, mulai dari Kepala Dinas tingkat Provinsi, Kabupaten, Kota, maupun Direktur instansi Pusat.
- Fokus Kompetensi Utama
- Tingkat I: Menekankan kompetensi Kepemimpinan kolaboratif. Asalkan peserta dibekali kemampuan, untuk membangun sinergi lintas sektoral berskala nasional, supaya mampu merumuskan kebijakan strategis skala makro.
- Tingkat II: Lebih menekankan ke kompetensi kepemimpinan strategis. Lewat pelatihan supaya peserta mampu mengelola perubahan, merancang inovasi, sekaligus memastikan keberlanjutan program pelayanan publik pada instansi yang dipimpin.
- Skup Dampak dan Kebijakan
- Tingkat I: Pelaksanaanya memiliki dampak luas bagi ketahanan, perekonomian, maupun sistem pemerintahan nasional (lintas kementerian atau lembaga).
- Tingkat II: Pelaksanaannya punya berdampak untuk organisasi perangkat daerah (OPD) tertentu, maupun institusi setingkat provinsi, kabupaten, kota.
Kurikulum Utama
Setiap program PKN, baik tingkat 1 maupun 2, memiliki fokus tema menyesuaikan arah pembangunan nasional. Peserta wajib menjalani serangkaian kurikulum meliputi:
- Pembelajaran Mandiri & Klasikal: Menggunakan materi mencakup manajemen perubahan, inovasi pelayanan publik, sampai pemecahan masalah skala nasional dan daerah.
- Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN): Terkait kegiatan studi lapangan ke berbagai lokasi tertentu, baik kabupaten maupun instansi. Bertujuan meninjau langsung praktik pengelolaan pemerintahan, sekaligus inovasi di lapangan.
Kedua pelatihan ini, memfokuskan ke pengembangan kemampuan berpikir strategis, membangun jejaring kolaborasi, menggerakkan perubahan, sekaligus merancang kebijakan nasional supaya memberi berdampak luas. Sedangkan untuk rincian tahapan, kurikulum, dan tata cara penyelenggaraan, merujuk pada Peraturan LAN Nomor 5 Tahun 2022, terkait Penyelenggaraan Pelatihan Struktural Kepemimpinan.
Pelatihan bertujuan, membentuk sosok aparatur berkelas dunia (world class civil servant), supaya lebih adaptif, inovatif, sehingga mampu mengelola agenda strategis.Dengan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat 1 dan 2, menjamin dan membentuk kompetensi kepemimpinan strategis bagi seluruh manajerial Aparatur Sipil Negara.
